Saturday, September 26, 2009

Dokter Stres Penyebab Tertinggi Kesalahan Medis

Jakarta, Jangan dikira seorang yang berprofesi dokter selalu sehat dan bisa mengatasi masalahnya. Studi menemukan bahwa penyebab kesalahan medis tertinggi pada pasien berasal dari dokter yang stres dan lelah.


Kelelahan, stres dan gejala depresi lainnya ternyata merupakan penyebab dokter menjadi 'error'. Bahkan studi yang dipimpin oleh Dr Colin P West, internis dari Mayo Clinic in Rochester, Amerika menemukan bahwa faktor-faktor error tersebut meningkatkan angka kesalahan medis hingga 3 kali lipat.

Kesalahan medis adalah isu penting saat ini. Menurut laporan dari Institute of Medicine, hampir 100.000 orang di Amerika meninggal setiap tahunnya karena kesalahan medis.

West dan rekannya melakukan survei dari tahun 2003 hingga 2008 terhadap para dokter yang melakukan medical error atau kesalahan medis pada pasiennya. Dari 378 dokter yang disurvei, sebanyak 39 persen dokter mengaku melakukan kesalahan karena faktor kelelahan, depresi, stres, rendahnya kualitas hidup dan kurang tidur.

Diantara faktor-faktor tersebut, West menemukan faktor stres dan lelah sebagai penyebab tertinggi kesalahan medis. "Stres dan lelah menyebabkan fungsi otak tidak bekerja maksimal dan akhirnya salah mendiagnosa penyakit bahkan bisa menyebabkan kematian," ujar Dr David J Birnbach dari University of Miami seperti dilansir Health24, Jumat (25/9/2009).

Masalahnya adalah dengan waktu kerja yang sangat padat, tidak ada sistem yang bisa memonitor kesehatan dokter itu sendiri, apakah ia kelelahan, kurang tidur, stres atau ada masalah lainnya. "Dokter juga perlu sistem yang mengontrol kesehatannya apalagi untuk dokter-dokter yang sudah berusia 65 atau 70 tahun," ujar David.

Dalam Journal of the American Medical Association, para dokter disarankan melakukan meditasi, sadar olahraga dan juga memahami pentingnya menjalankani profesi dokter dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu, rasa lelah fisik maupun batin pun bisa diatasi dan pasien pun tidak menjadi korban kesalahan medis.

"Intinya adalah mengatur jam biologis tubuh dan segera mengatasi rasa lelah agar bisa menyembuhkan pasien dengan aman," ujar David.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...